+Pak saya lihat kok hidupnya enak banget ya, apa bapak memang keturunan
orang kaya? Apa bapak pernah miskin juga? Kalau pernah tolong berbagi
cara bagaimana bangun dari jatuhnya pak...
-Abah saya adalah seorang petani kampung yang nasibnya seperti
kebanyakan petani dikampung saya. Hidup dibawah garis wajar alias
miskin. Emak saya juga petani + guru ngaji + punya warung kelontongan
kecil didepan rumah (sampai sekarang). Jadi saya ga punya keturunan
orang berada. Sedari kecil saya termasuk orang yang akrab dengan
kemiskinan. Bahkan bukan sekedar miskin tapi miskin sekali.
Kelas 4 SD sy harus putus sekolah satu tahun karena ga punya biaya dan
sy lbh mendahulukan adik2 sy untuk terus sekolah. Saya masih ingat,
selama setahun itu saya ikut kakaknya abah berjualan soto disalah satu
pabrik garment terbesar di kota Serang, Banten. Rupiah demi rupiah sy
kumpulkan sampai bisa sekolah kembali ditahun berikutnya. Mulai tahun
itulah saya sekolah sambil berjualan es lilin yang dibuat emak saya dan
dititipkan dikulkas tetangga dengan perjanjian bagi hasil. (Setiap
sepuluh buah es, satu adalah jatah pemilik kulkas). Dari situlah saya
pertama kali mengenal apa itu MANAGMENT wlwpun dlm bentuknya yang
sederhana. Setelah lulus SD sy sdh bermaksud membantu org tua saja
bertani, tapi ternyata takdir berkata lain. Tetangga yg dititipkan es
dagangan sy mengumpulkan setiap uang bagi hasilnya rupiah demi rupiah
selama 2 tahun didikembalikan kesaya untuk daftar masuk SMP. Berjualan
es lilin lah yang membantu saya dan adik2 sy bisa sampai lulus SMA dan
akhirnya kuliah wlwpun pada akhirnya saya #GagalSarjana karena di’semprit’ wasit dan kena kartu merah krn trll menikmati masa kuliah dan lupa kpn hrs lulus. Hehe
Setalah ‘hampir’ lulus kuliah saya bekerja di Jakarta selama 2 tahun dan
akhrinya memilih menjadi TKI (Tenaga Kerja Indonesia) sebagai pegawai
oprasional tambang di Perth. (daerah tambang di Australia, klo di
Indonesia mungkin Kalimantan kali ya) disitulah saya mengenal apa itu
trading dari seorang kawan warga negara setempat yg juga sama2 kerja
ditambang tersebut. Tahun demi tahun sambil belajar, sambil mengumpulkan
uang, sampai akhirnya sy putuskan untuk pulang. tapi ternyata internet
pada zaman itu (#FeelingKolot.
He) tdk semudah sekarang. Akhirnya untuk menyiasati mahal dan langka
nya internet di Indonesia saya sambil bekerja di perusahaan Telkom di
daerah Rangkas Bitung, Banten. Gedungnya masih ada sampai sekarang yg
dekat alun2. Hehe. Disitulah sy bekerja selama bertahun2 sambil belajar
sampai akhirnya memutuskan untuk keluar dan pindah ke Jakarta dan
kemudian bertemu seorang wanita yang sekarang menjadi istri saya. He
Ga lama di Jakarta saya di’angkut’ sama salah seorang pebisnis asal Bali
untuk belajar bisnis tersebut lebih dalam di Singapura. Disitulah karir
saya sebagai trader dimulai perlahan. Pindah dari satu tempat ke tempat
lain sesuai domisili perusahaan yang menggunakan jasa saya dll. Setelah
perbekalan cukup akhirnya sy dan istri memutuskan untuk tinggal di
Indonesia dan menjadi indepandent trader. Perlahan demi perlahan.
Selangkah demi selangkah. Terus dan terus sampai akhirnya saya seperti
hari ini (wlwpun hari ini tetep aja ga jadi apa2. Hehehe). Klo
diceritakan disini akan panjang dan berliku dan jari saya bisa keriting
nanti. He. Semoga klo seminar itu diselenggarakan nantinya saya ga lupa
untuk menceritakan hal ini. Hehe
Jadi klo ditanya saya pernah miskin apa engga, jawabannya adalah bukan
pernah tapi SERING. Hehe. Apa yang bisa membuat saya terbangun dari
jatuh? Jawabannya adalah MANAGMENT. Seberapa penting arti mmanagment dan
bagaimana aplikasinya dalam dunia trading? Saya tulis selanjtunya ya..
He #SalamSefur..
