Apa itu management dalam dunia trading?
Kemarin sy sdh membahas management lebih global, sekarang sy coba tulis
lebih spesifik biar makna management tidak lagi “ngambang” dlm dunia
bisnis trading. Tdk ada yang rahasia dalam dapur saya krn rizki sdh ada
yang ngatur. Beberapa akan sy tulis sesuai pengalaman saya. Jgn ditiru
klo ternyata ada yang negatif. He
Management dlm trading serupa tepian sungai yang mengawal rapat air
hingga bisa mengantarnya daru hulu ke hilir. Seperti management pada
umumnya dia merawat, membesarkan, mengawal, dan me-me lainnya.
Keberadaanya sangat-sangat-sangat penting. Orang yang berada dlm dunia
bisnis trading kemudian tidak menggunakan management dalam
melaksanakannya (Meminjam istilah seorang sahabat) sama dengan orang
yang memegang uang cash lalu pergi ke mall dan membelanjakan uangnya
untuk sesuatu yang sama-sekali tidak perlu. Berapapun uang anda,
dibisnis apapun anda, kalau itu dilakukan tanpa management maka semua
akan menguap begitu saja. Terlebih dlm dunia trading yang dlm sekejap
mata bisa membuat uang kita tdk bersisa sedikitpun.
Management dalam dunia trading dibahasakan berbeda2 dan bermacam2, saya akan menulis beberapa yang saya tau dan populer aja ya.
A. MANAGEMENT WAKTU.
Saya dan istri adalah full time trader. Tapi kami membatasi diri untuk berada didepan chart maksimal 7 jam dalam sehari (berpatokan pada office hours pada umumnya). Jadi masing2 kami komitmen untuk tdk melewati batas tersebut wlwpun penggunannya flaxible dan tdk hrs dihabiskan dlm sekali duduk. Tapi setiap menit duduk kami didepan chart selalu kami hitung.
Saya dan istri adalah full time trader. Tapi kami membatasi diri untuk berada didepan chart maksimal 7 jam dalam sehari (berpatokan pada office hours pada umumnya). Jadi masing2 kami komitmen untuk tdk melewati batas tersebut wlwpun penggunannya flaxible dan tdk hrs dihabiskan dlm sekali duduk. Tapi setiap menit duduk kami didepan chart selalu kami hitung.
Mengapa demikian? Market itu buka 24 jam dalam 5 hari. Klo kita ‘candu’ terhadap chart maka yang terjadi adalah dampak negatif terhadap beberapa kegiatan lain non-trade. Kami adalah salah satu yang memiliki pemahaman bahwa full time trader itu bukan orang yang melulu berada dihadapan chart tapi full time trader adalah orang yang mampu mengatur waktunya dan sudah bisa menafkahi diri dan keluarganya dari hasil tradingnya dan tdk memiliki ikatan dinas formal dengan siapapun.
Bagaimana sy memanage waktu? Agar lebih detil dan aplikatif serta tdk
membingungkan lagi saya tulis aja ya sesuai pengalaman. Saya memilih
beberapa waktu untuk berada didepan chart. Biasanya saya berada didepan
chart pada saat2 open market zona2 tertentu, seperti Asia, Eropa dan
Amerika. biasanya antara jam 7 sampai jam 9 pagi setelah sarapan saya
berada didepan chart.
Yang saya lakukan disetiap pagi adalah MAPING/MEMETAKAN. Saya akan coba
membaca pergerakan market dalam hari tersebut. Contohnya: saya akan
membuat DUA rekayasa terhadap market. PERTAMA: rekayasa terhadap trand
menurun, saya akan menganalisa sesuai disiplin ilmu yang saya fahami klo
market trand-nya menurun maka (Contoh) bisa jadi dia naik dulu sampai
sekian, kemudian turun sampai sekian lalu koreksi sampai sekian dan
turun lagi dan akan berhenti di’situ’. KEDUA: rekayasa terhadap trand
menaik. Klo marketnya akan naik maka bisa jadi dia langsung naik, nanti
berhenti disini, kemudian naik lagi dst..
Kenapa saya hrs membuat dua rekayasa? Untuk memudahkan saya beradaptasi dengan kondisi market. Dalam dua rekayasa yang saya buat biasanya saya buat percentage/persentase kemungkinannya. Misalnya: setelah sy membuat dua rekayasa tersebut saya akan grading 70% naik. Dan 30% turun. Analisa ini biasanya saya lakukan lebih dari 2 jam. Dan saya belum memutuskan untuk melakukan transaksi pada tahap ini. Setelah selesai maka saya melanjutkan rutinitas harian yang lainnya.
Nanti jam 1 atau jam 2 saya kembali lagi melihat chart, untuk
membuktikan hasil analisa saya. Apakah benar yang PERTAMA atau yang
KEDUA. Atau salah kedua2nya. Klo benar sesuai baru saya melangkah pada
tahap berikutnya yaitu mencari peluang untuk transaksi tapi klo salah
berarti saya harus mengulang analisa lagi dengan adaptasi market yang
sudah berjalan. Klo ada peluang baik untuk melakukan transaksi maka saya
akan transaksi, tapi klo saya perkirakan baru ada di pukul 4 atau 5
biasanya saya hanya meletakan panding order pada point tertentu. Setelah
order dan meletakan dimana batas keuntungan dan kerugian ya saya
tinggal lagi komputernya, jadi ga bener2 saya tungguin karena biasanya
pada masa2 itulah senam jantung sehat dimulai. Gatal tangan timbul. Udah
profit maunya di close, klo minus maunya re-entry dll. It’s busniess
sir. Mapping your busniess. Hehe.
Nanti biasanya jam 7-9 saya lihat chart lagi apa yang terjadi
selanjutnya. Dan saya ulang lagi dihari berikutnya. Dan terus begitu.
Itulah jam kerja yang harus saya bayar sebagai seorang trader forex.
Makanya saya agak males pergi ke negara2 yang perbedaan waktunya jauh
sekali dgn Indonesia seperti Amerika. terakhir kami jalan2 naik kapal
pesiar disana itu dunia seperti terbalik. Kaki jadi kepala dan kepala
jadi kaki. Pagi jadi malam dan malam jadi siang. Jam kerja saya jadi
amburadul krn perbedaan jam yang nyaris 24 jam. Itu juga salah satu
alasan knp kuliah istri saya blm selesai. Karena klo mau bimbingan
disertasi jauhnya minta ampun. He. Biasanya klo sdh jalan2 jauh begitu
maka saya libur dulu untuk trading. Itulah enaknya jadi trader forex dan
itulah pentingnya management waktu. #SalamSefur.
