Wednesday, 27 January 2016

Suka Duka Menjadi Trader Profesional - I

Kemarin2 saya sempat beberapa kali bercerita tentang latar belakang keluarga saya. Bahwa sy terlahir dari keluarga petani, sempat putus sekolah krn tdk ada biaya, sejak kecil sdh hrs berjualan demi bisa jajan seperti anak2 lainnya dll.

Sepanjang Sejarah hidup, saya adalah org yg akrab dgn kemiskinan, rasa lapar, rasa pedih dlsb. Tapi mungkin krn semua rasa itulah saya bangun, sadar diri dan berjuang demikian kerasnya. Jangan pernah melihat saya hari ini, krn saya hari ini adalah akumulasinya dari setiap letih, setiap keringat, darah dan airmata.

Perjuangan saya sangat lah panjang dan melelahkan tapi saya yakin satu hal, bahwa kesulitan tdk akan berubah dgn duduk manis dan merajut mimpi. Kesulitan hanya akan berubah dgn kerja gigih tanpa kalah. Dan satu hal lagi, suatu hari kerja gigih itu pasti akan terbayar. Asal tdk putus ada dan jgn lupa untuk berserah.

Sebagaimana panjangnya perjuangan dan jalan hidup saya, begitupula panjangnya perjuangan dan jalan takdir sy sebagai seorang trader. Lagi2 hrs sy ingatkan untuk tdk melihat saya hari ini. Sy yakin banyak tmn2 trader lainnya yg lbh sukses dari saya, lebih kaya raya dari saya, lebih mewah hidupnya dari sekedar saya. Apa yg akan sy tulis selama sy berada di Amerika ini sama sekali tdk bertujuan untuk ‘menepuk dada' dan ‘unjuk gigi' atau ‘menjual airmata'. Semua akan sy tulis dgn kerendahan hati dan ketulusan agar setiap kita bisa melangkah lebih cepat, bergerak lebih lincah dari saya dan segera bisa sampai kepulau harapan .

Dari yang saya ingat2 dalam ‘sekian’ tahun perjalanan sy sebagai seorang trader rasanya sudah lebih 10 negara saya berkarir sebagai seorang professional. Pahit manis selalu berganti. Tapi tak pernah menyurutkan apapun dari saya. Semangat, kasih sayang keluarga, istri, anak, orang tua, saudara dll. Jadi sy sering dibuat sedih dgn cerita dari tmn2 yg merelakan kehilangan keluarga, bercerai dgn istri, berantah dgn org tua hanya untuk bisa membuktikan bahwa you orang bisa. Padahal itu sama sekali tidak perlu dilakukan.

Sesuai janji saya kemarin, saya akan mencoba mengingat2 perjalanan karir saya sebagai seorang trader forex mulai dari yg pahit getir sampai yg manis tak terkira. Tapi blm juga mulai menulis kenapa sdh panjang begini ya?!. Hiks. Nanti sy lanjutan ya, biar dlm satu tulisan tdk terlalu panjang dan efektif serta bisa difahami.

Tapi perlu diinget, semua tulisan yg saya tulis sesuai dgn pengalaman saya, tdk dilebihkan tdk juga dikurangi. Jadi semua yg saya lakukan hanyalah hal manusiawi yg kebanyakannya org juga lakukan. Jadi tdk ada siapa lebih hebat dari siapa krn saya juga manusia biasa wlwpun sebagai org Banten asli saya tdk berdarah klo dibacok. (Dengan syarat tidak kena.) He. #ToTheNext

 
;