Foto ini adalah salah satu saksi dari sekian banyak saksi dimana saya memulai karir sebagai seorang professional. Setelah ‘makan bangku pendidikan' dlm dan luar negri untuk menjadi seorang trader professional saya berusaha keras untuk bisa membuktikan kepada diri saya sendiri bahwa saya mampu. Jangan bayangkan masa2 itu teknologi sdh seperti saat ini. Dulu semua butuh perjuangan lbh. Komputer adalah barang langkah dan mahal di Indonesia. Apalagi internet. Itulah salah satu dari sekian banyak pertimbangannya kenapa sy hrs berkarir keluar selain krn saya butuh fasilitas belajar yg lbh mutakhir selain itu juga sy hrs mencari Ilmu dari org2 yg memang berkompeten dlm bidangnya.
Setelah sy dapat rekomendasi dari tempat sy bekerja + acc dari lembaga pendidikan sy selama melewati pendidikan di Singapore akhirnya sy memilih untuk mengambil kontrak pendek disalah satu perusahaan di Inggris. Tentunya dgn segala keterbatasan saya sebagai orang desa. Saat itu kami hanya modal nekat. Sangat nekat klo difikir2 skrng krn jatah tiket return sy wkt itu sy belikan untuk istri. Dan kami berdua hanya punya tiket one way. Keputusan gila bagi sepasang pengantin baru dengan pengalaman nol untuk tinggal diluar Negri. Kami tdk tau akan tinggal dimana, makan apa, tidur dmn dll. Yang kami tau saat itu adalah ini ruang gelap yg hrs ditembus dan sebagai anak muda (saat itu. He) jiwa petualang kami muncul. Saya dulu pernah hilang dihutan 3 hari aja bisa hidup masa dinegara canggih justru ga bisa. Hehe #MyTripMyAdvanture. Yg kami yakini saat itu adalah Tuhan ada dimana2 dan maha mendengar setiap doa.
Setelah sampai kami dijemput pihak perusahaan. Diberitahu macam2 hal detil dll. 3 hari pertama kami diinapkan dihotel tapi setelah itu dgn gaji yg ada saya hanya mampu tinggal diapartemen sempit dikota London. Mungkin klo di Jakarta kost2an kumuh Kali ya. Hiks. Tapi itu tdk pernah menyurutkan apapun dari kami. Krn semangat kami wkt itu adalah untuk belajar dan bekerja bukan untuk hidup bermewah2. Kadang uang bulanan tdk cukup hanya sekedar untuk makan. Untuk tambahan terpaksa saya menjadi supir (ilegal) untuk antar jemput anak2 kesekolah. Beberapa Kali ditangkap polisi tapi bukan org Indonesia klo tdk bisa lolos.
Saat itu istri saya pun putar otak dan ikut turun tangan. Dia membuat Tempe setiap harinya dan kami jual ke kedutaan besar Indonesia. Selain itu juga istri saya mengajarkan anak2 para pejabat kedutaan untuk mengaji. Malamnya sy menjadi tukanh cuci mobil dikedutaan setelah seharian dipakai. Perjuangan yg melelahkan tapi sangat menyenangkan karena kami menikmati setiap detiknya. Saya sadar bahwa semua pengorbanan harus saya bayar suatu hari nanti. Karena itu sy hrs belajar lebih giat. Berlatih lebih sering. Konsultasi lebih detil dll sebagai tanggung jawab.
Kesulitan itu blm juga reda ketika kontrak akan berakhir perusahaan tersebut justru ingkar untuk menepati beberapa janjinya. Krn nilai tawar kami rendah akhirnya setelah puas saya belajar sy mulai cari kesempatan dinegara2 dan perusahaan2 lain. Kesibukan dan pontang-pantingnya kami saat itu sampai membuat kami hrs bersabar menunggu kedatangan azka setelah 4 tahun pernikahan. Bukan krn menunda tapi energi kami benar2 habis. Keluarga yg selalu menayakan kapan diberi cucu serupa terror yg lbh mengerikan dari teror di sarinah kemarin. Tapi kami sadar bahwa saat2 itu adalah masa2 tanam wlwpun kami saat itu tdk pernah terfikirkan akan kemana semuanya akan bermuara. Yg penting pada saat itu adalah cukup makan (wlwpun minimalist) dan “kerja, kerja, kerja”.
Rupiah demi rupiah. Jengkal demi jengkal. Tetes demi tetes. Dari satu negara ke negara lain. Kami mengumpulkan setiap hasil dan menabungnya sebisa mungkin dgn harapan suatu hari kami berhenti dari semua itu dan bisa menjadi investor atas diri sendiri. Jangan bayangan saat itu seperti sekarang dimana jumlah deposit bahkan bisa hanya 5USD dst.. Internet skrng adalah barang yg jamah dipakai setiap org. Bahkan trading bisa menggunakan smartphone dimana saja dan kapan saja. Dulu semua keadaan tersebut berbanding terbalik. Krn itu sy sering sekali menyatakan untuk lbh bersyukur buat tmn2 sekarang ini krn semuanya sdh jauh lebih mudah. Bersyukur dgn cara apa? Dgn cara bekerja KERAS dan bekerja CERDAS. Tidak perlu belajar berbisnis forex dgn mengorbankan keluarga krn itu terlalu mahal dan berharga. Tidak perlu nunggu bangkrut baru bangkit krn itu bisa dihindari. Tidak perlu menipu org untuk sukses krn itu tdk akan pernah berhasil. Hargai setiap proses pada masa tanam maka pada saat masa tuai datang kita tetap menjadi pribadi yg rendah hati. #SalamSemfrul.
