+Pak selama ini saya trading mc terus, kadang-kadang profit tapi lbh
sering loss-nya. Mulai dari modal 10 dolar sampe 2000 dolar semuanya
abis. Sekarang saya lagi ngajuin pinjaman ke bank semoga aja dengan
mulai dari modal gede saya bisa konsisten kayak pak tatang. Saya minta
doanya pak.
-Saya termasuk orang yang berpendapat bahwa konsistensi itu bukan
masalah jumlah modal. Konsistensi itu masalah prilaku, berapapun
modalnya. Jadi menurut saya klo kita sudah memandang benar bisnis ini
dengan menggunakan management dalam melakukannya dan disiplin ketika
menjalankannya maka berapapun modalnya akan kita perlakukan dengan
profesional. Management itu bisa membangun sesuatu mulai dari kecil
menjadi besar. Tidak ada satu bisnis pun didunia ini yang tdk dimulai
dari ‘ZERO’ sebesar apapun bisnis tersebut, yang membedakan adalah
starting pointnya.
Konsistensi/Disiplin itu harus dilatih dan tidak bisa datang begitu saja
karena secara psikologi manusia itu tdk stabil karena banyak faktor,
karena itu kita harus berlatih. Konsistensi/disiplin itu tdk bisa datang
begitu saja. Besaran modal menjadi hal yang relatif (menurut saya).
Bagi beberapa orang modal 50.000USD itu kecil, tapi bagi sebagian lain
itu besar. Jadi masalahnya sebenarnya ada di prilaku kita. Klo kita
memperlakukan modal yang kecil dengan benar maka yang kecil bisa menjadi
besar. Saya sering lihat kok teman2 yang suka upload gambar from 100USD
to 10.000USD dlsb. Tapi kebalikannya, saat prilaku kita salah maka
se-BESAR apapun modalnya maka akan habis tak bersisa.
Dalam dunia trading pendapat bahwa ‘klo modal besar akan bisa lebih
disiplin’ itu tdk sepenuhnya salah tapi tidak bisa dibenarkan juga.
Semuanya akan berpulang kepada PRILAKU pribadi kita dihadapan market.
Adapun pendapat bahwa ‘klo modal besar dgn target yang lbh kecil itu
lebih meringankan beban pesikologi’ saya sangat setuju. karena dalam
kondisi tersebut pasti tekanan berkurang dan prilaku kita menjadi sehat
dihadapan market. Jadi berapapun modal kita yang perlu diperhatikan
adalah PRILAKU kita. Karena market tidak peduli siapa anda, berapa modal
anda, kelahiran tahun berapa, seganteng apa anda dlsb.. yang dia tau
bahwa dia akan melumat habis siapapun yang memPERLAKUKAN dirinya
(market) dengan salah dan akan membayar mahal setiap PRILAKU yang benar
terhadap dirinya (market). Jadi perbedaan antara orang profesional
dengan yang kurang profesional ada di PRILAKU. Kejar2an terhadap market,
tidak menggunakan management ketika menghadapi raksasa bernama market,
tidak mengatur waktu istirahat dlsb itu salah satu indikasi bahwa ada
prilaku kita yang salah yang mengakibatkan tekanan berlebih. Berbeda
dengan orang2 yang profesional yang ‘terkesan’ acuh tak acuh terhadap
market. Melakukan transaksi hanya dlm kondisi market yang dia mengerti
saja. Setiap transaksi membatasi setiap keuntungan dan kerugian dll.
Dkk.
Jadi apa yang perlu dilakukan klo modal kita kecil? Yang perlu dilakukan
adalah menjaga konsistensi/disiplin terhadap rule yang sudah kita buat
masing2. Saya lihat banyak kok teman2 yang berhasil menuju kesana. Tapi
ini memang butuh kesabaran dan usaha yang lebih. Contohnya: Saya adalah
orang yang gagal sarjana, karena sadar saya gagal sarjana dan punya
kekurangan di starting point dengan teman2 lain yang sudah sarjana
ketika dihadapkan oleh dunia kerja, maka saya sadar betul bahwa saya
harus berusaha lebih keras dari para sarjana tersebut. jadi tidak perlu
berkecil hati tapi juga jangan berbangga diri. Diri kita masing2lah yang
tau akan kualitas pribadi kita. Dan jujur dengan diri sendiri menjadi
kunci kesuksesan siapapun. Setiap kita punya kesempatan yang sama untuk
sukses. #SalamSefur. He
