(Pertanyaan dari seorang sahabat:
Pemahaman sy soal risk management brarti brapa % risk yg dipake dr modal
per op / per hari / perminggu? & rewardnya apakah sma dg risknya?
RR 1:1. Klo soal floating ini brarti open posisi salah /floating
minus...apakah di averaging, hedging, atau biarkan loss lalu lot dimarti
buat recovery?)
Risk management ini bentuknya banyak sekali dan bermacam2. Setiap akun
biasanya berbeda. Semakin besar akun akan semakin kecil yang saya resiko
kan. Salah satu contoh sederhana yang saya lakukan pada akun mingguan
Contoh: klo saya deposit 100USD maka saya akan membatasi 10USD untuk
jatah loss setiap harinya. Itu bisa digunakan dalam 5 kali order. Atau
10 kali order dst.. Itu saya atur dgn flaxible. Yang pasti klo dalam
sehari saya sudah loss 10USD diakun tersebut maka saya mencukupkan diri
untuk trading pada hari tersebut. tapi klo sudah profit yang saya
lakukan adalah menjadikan profit tersebut sebagai resiko. Contohnya.
Sudah jadi 105USD, maka 5USD lah yang menjadi resiko dst.. dst.. tapi
saya punya target klo akun mingguan sudah sampai (Contohnya) 150USD maka
akan saya widrawl 50USD dan melanjutkan hari dengan mengulangnya.
Itulah management.
Dalam beberapa kesempatan saya selalu bilang bahwa trading itu yang
dibesarkan adalah MODALnya bukan RESIKOnya. Lalu pertanyaan lainnya
muncul. Berarti trading itu modalnya harus besar dong? Ga selalu. Klo
memang anda sudah bisa profit dalam trading sekecil apapun modalnya yang
perlu anda lakukan adalah memperlebar jarak antara modal dan resiko.
Semakin jauh akan semakin baik dst.. dst.. Management yang baik akan
dapat menghantar anda mulai dari titik tolak (modal kecil) sampai ke
titik pencapaian (modal besar) dan dispilin akan menjaga kita sepanjang
perjalanan tersebut. dan dengan mindset yang baik maka semuanya akan
selalu tetap terukur. Jam kerja kita tetap teratur. Jam tidur tetap
cukup. Dengan keluarga kita tetap hangat. Dengan tetangga terus
bersosialisasi. Dst.. dst..
+Apa yang saya lakukan klo floting minus?
-Setelah saya menganalisa dan memetakan market sesuai disipilin ilmu
yang saya tahu dan kemudian melakukan transaksi kemudian salah dan
menghasilkan minus maka ada beberapa kaidah umum dan biasa saya gunakan.
Yaitu:
- Averaging
- Hedging
- Membiarkan sampai terkena stop loss sesuai analisa awal.
- Melakukan emergency exit atau sering disebut cut loss
Apa dalam menanggulangi minus saya berpegang pada salah satu cara? Tentu
saja tidak. Penggunaan cara meminimalisir minus diatas saya gunakan
SESUAI ANALISA saya. Jadi saya tidak terpaku pada satu cara
menanggulangi minus diatas saja. Tidak selalunya averaging, kadang2
hedging, kadang2 didiamkan saja sampai kena stop loss, kadang2 juga
melakukan stop loss. Semua hal2 diatas adalah keniscayaan dan bukan
suatu aib. Semua itu bagian dari bisnis. Yang penting kita tau kenapa
sikap tersebut kita ambil dan semuanya dapat kita pertanggung jawabkan
dengan baik. Tidak ada yang sempurna dalam trading dan jangan pernah
mencari ketepatan 100% (apa tuh sebutannya yg tmn2 suka sebut saya lupa)
karena itu tdk akan pernah ada dalam forex. Ini bisnis. Klo memang ada
teman anda dapat melakukan hal itu tolong minta beliau untuk kontak
saya. 4 bulan lalu apartemen saya yang skrng sdng dikontrakan di SCBD,
Jakarta sudah ditawar 28M IDR oleh pengusaha asal Inggris. Saya tidak
sedang meminta anda mengukur harta saya tapi saya ingin menyadarkan kita
semua agar bisa lebih logis memandang semuanya, jadi saat anda didepan
market itu tidak seperti orang jago silat, sabuk hitam tapi ketika
berantem (berhadapan dengan market) tetap jambak2an dan lupa segala
jurus. #Itu!!!! #SalamSemfrul.. He..
