Oleh2 dari Brusell, Belgia.
(Baca perlahan siapa tau bermanfaat. TQ)
Kemarin saya baru saja menghadiri salah satu acara forum ekonomi global
di Belgia. Pertemuan yang baru pertama kali saya hadiri dan membuat saya
benar2 sadar tentang banyak hal. Terutama tentang ketertinggalan diri
saya pribadi atas persaingan bisnis global yang sudah sedemikian cepat
melaju. Karena itu saya merasa penting untuk menuliskan ‘oleh2’ ini.
Semoga membuat kita semua (terutama saya) bisa mengevaluasi perjalanan
agar tidak terus tertinggal.
Dalam pertemuan kemarin banyak sekali hal baru yang saya dapat dan
akhirnya saya menyadari bahwa dunia bisnis itu berubah sedemikian
dinamis dan cepatnya. Itu adalah pertemuan pebisnis2 kakap dari seluruh
dunia yang kemudian dipersatukan dalam satu pertemuan untuk menemukan
masing2 peluangnya. Ada beberapa sesi yang memang kita dikumpulkan
sesuai zona nya masing2. Asia ya Asia. Eropa ya Eropa dll. Salah satu
hal kecil yang menjadi perhatian saya adalah ketika pertemuan tingkat
tinggi para pebisnis dari Asia. Betapa hebatnya masing2 dari para
peserta mempersiapkan segala pertemuan dan materinya. Saya sebagai ‘si
anak singkong’ Cuma duduk melihat sambil garuk2 meja. Hehe.
Saya hanya membawa satu kotak kartu nama krn saya fikir sy bukan apa2
dan bukan siapa2 jadi tdk akan dapat sambutan sekelas Rahmat Gobel atau
Peter Gonta atau pak Edward Wanandi. Ternyata saya salah. Setelah sesion
pertama dihari pertama kartu nama saya sudah habis dan berganti menjadi
tumpukan kartu nama yang bahkan saya tdk ingat siapa yang memberikan
dan yang mana orangnya saking banyaknya. Dalam pertemuan tersebut semua
peserta wajib menggunakan pin bendera asal negara masing2 sebagai
identitas, dan itu yang membuat kartu nama sy tdk bertahan lama.
Sebegitu hebatnya kah saya? Tidak, tapi potensi negri kita ini memang
menjadi pusat incaran para pebisnis diluar sana. Negri yang kaya,
Masyarakatnya yang konsumtif, upah pekerja yang rendah, negara dengan
luas yang ideal, dll. Terlebih lagi pada bulan Desember besok akan
diresmikan apa yang sering kita dengar dengan MEA (Masyarakat Ekonomi
Asean). Garis start dimana keran ekonomi dibuka seluas-luasnya. Negara
yang kuat dan kaya akan dengan mudahnya menanam ‘benih2’ investasi
ekonomi dinegara yang terlihat rapuh dari segala bidang. Dan negara2
yang terlihat rapuh hanya akan jadi penonton yang baik dan duduk
diantara team hore2. Contoh saja negara terdekat kita Singapore.
Singapura sebagai negara kecil dgn tingkat konsumsi sayur dan buah yang
sangat tinggi tentunya tdk memiliki lahan untuk menanam. Setelah bulan
desember nanti mereka akan dgn mudahnya datang ke Indonesia dan
menawarkan untuk membeli lahan perkebunan warga (atau dlm bentuk sewa)
agar mereka bisa menanam kebutuhan sayurnya sendiri dinegri kita.
Berarti bagus dong nanti lapangan pekerjaan terbuka didesa2? Belum
tentu. MEA memperbolehkan mengambil pekerja dari negara lain untuk
dipekerjakan dinegara orang lain juga. Contohnya, investor Singapore
sewa lahan perkebunan 500Hektar di Jawa tengah, kemudian mengambil
pekerjannya dari Vietnam atau Pilipina dan itu diperbolehkan dan
kecendrungannya besar karena perusahaan2 tersebut hanya ingin bisnisnya
berjalan dgn baik dan memilih orang yang bisa bekerja seperti robot, tdk
mengenal libur natal / idul fitri, tdk mengenal libur hari kesaktian
pancasila dlsb.. yang kuat akan mempu bersaing dan yang lemah dan enggan
move on akan terus demikian.
(Agar tdk ada sentiment politik harus saya jelaskan bahwa MEA ini sudah
dirancang sejak zamannya Presiden Suharto dulu. Dan memang bulan
Desember besok adalah persemiannya dan dimulainya iklim bisnis baru
tepatnya di Asean. Jadi kondisinya bukan ‘ini salah siapa’ tapi ini
akumulasi dari kesalahan kita semua (Ya, kita semua. Jgn gemar mencari
‘kambing hitam’) karena di injury time kita semua baru menyadarinya.
Bahkan kata pak Edrawd kemarin, menurut survey hanya 19,5% dari
masyarakat Indonesia yang mengerti apa dan bagaimana itu MEA dan
bagaimana mereka bisa ikut dlm peluang tersebut. 25% lainnya sekedar tau
apa itu MEA. Dan sisanya bahkan belum tau apa itu MEA. Menyedihkan.
Dibagian dunia lain orang sdh benar2 mempersiapkan kedatangan ‘hari
raya’ ini tapi dibagian dunia lainnya malah ada yang belum tau bahwa
‘hari raya’ akan segera datang. Sebuah fakta yang harus secara objektif
kita lihat. )
Setelah bulan Desember nanti pasti ada penyesuaian2 kondisi iklim
ekonomi baik lokal atau pun global. Saya sudah memersiapkan mental untuk
bisa segera beradaptasi dengan iklim baru nanti. Mungkin banyak hal
yang kemudian berkembang cepat, tapi ada beberapa juga yang mengalami
kemunduran. Karena pebisnis yang baik adalah yang mampu beradaptasi
paling cepat dgn iklim ekonomi terkini.
Itu kondisi globalnya, klo apa yang mau saya tulis sebetulnya sangat
banyak, tapi keterbatasan ruang dan kemampuan saya untuk itu jadi
terpaksa saya persingkat. Untuk teman2 yang satu profesi dengan saya
yang menjadikan forex sebagai mata pencarian utamanya ayo kita bangun
dari tidur kita selama ini. Beradaptasilah dgn iklim yang saat ini.
Jangan Cuma asik deposit aja karena anda trading itu untuk mencari
nafkah bukan menjadi donatur tetap. Klo dalam waktu 2 atau 3 tahun anda
masih merasa jalan ditempat, sibuk mencari teknik yang #Semfruul (Super maksudnya. He)
Sudahlah, terlalu banyak waktu yang SUDAH dan AKAN anda buang.
Perlakukan forex itu sebagai bisnis dan gunakan management yang baik
serta disiplin dlm menjalannkannya, krn HANYA DENGAN ITU kita semua bisa
berjalan maju. Anda semua sebagai trader forex harusnya sangat
bersyukur krn anda mengenal bisnis forex. dunia bisnis dimana tidak ada
lawan atau pesaing bisnis lainnya kecuali diri anda sendiri. Masa sih
anda kalah / tidak bisa mengendalikan jari telunjuk anda untuk bisa
melakukan transaksi pada saat2 yang memang anda yakini saja? Apa anda
kira bisnis forex itu bisa membuat anda kaya dengan cara
memperlakukannya dgn pola2 lama anda? Tdk cukupkah diri anda menjadi
bukti bahwa cara demikian itu salah besar dan sangat menghancurkan?
Butuh waktu berapa lama lagi untuk anda sadar? Sedangkan diluar sana
orang sdh berlomba2 pergi kebulan. Harus sehancur apalagi kondisi
ekonomi rumah kita untuk menyadarkan kita semua bahwa KITA HARUS
BERUBAH?
Klo anda masih merasa bahwa forex adalah satu2nya jalan untuk bisa kaya dll maka “lebih baik tidak berangkat, daripada kita tdk pernah sampai sama sekali” artinya lebih baik berhenti melakoni bisnis ini daripada anda hanya dibuai mimpi untuk bisa kaya padahal anda tdk akan pernah sampai pada tujuan tersebut kecuali anda berubah.
Mungkin tulisan ini tdk populer dikalangan teman2, tapi ini saya tulis
dgn kejujuran dan dari hati saya yang terdalam. Sebenarnya tdk ada
manfaatnya untuk saya menulis hal2 seperti ini, tapi sebagai manusia
biasa dan seorang teman seprofesi saya rasa ada baiknya kita semua
saling mengingatkan. Yuk, kita sama2 evaluasi diri. Berhenti dari
aktifitas trading untuk satu atau dua minggu agar kita bisa mengevaluasi
diri mendalam kemudian cari momentnya untuk berubah (seperti yg sy
tulis dahulu) setelah itu jadilah pribadi2 baru untuk bisa mengejar
ketertinggalan kita semua selama ini. Mungkin hari ini mendung, tapi
bukan berarti hujan akan turun. Mungkin nanti matahari akan segera
tenggelam dan dunia menjadi gelap tapi ingat bahwa matahari baru akan
segera muncul dan menghapus semua gelap itu. Sekarang mungkin kita
sedang dibawah tapi tdk ada yang tau akan secepat apa kita berubah saat
kita benar2 ingin dan mau berubah dgn melakukan perubahan2 ke arah yang
lebih baik. Lakukanlah perubahan, tetap semangat, tetap sehat agar kita
bisa tetep jalan2 dan makan2an enak. Pokoke #Makyuuuus.#Eh. Hehehe. #SalamSemfrul..
