Berikut detil dari point ke 3 pada tulisan saya sebelumnya.
Bagaimana belajar analisa yang sistematis, efektif dan tepat sasaran?
Caranya ada banyak dan beragam, tapi hal2 ini yang dulu saya lakukan
sebagai pegawai yg sambil belajar trading forex yang mungkin juga bisa
diadopsi oleh teman2 yang masih menjadi pegawai atau memiliki bisnis
agar semuanya bisa berjalan selaras. Mungkin silakan dilengkapi klo ada
yang kurang atau dikurangi klo ada yang berlebih.
Pada saat saya mulai belajar menganalisa market bersama seorang teman
yang juga masih belajar, yang saya ingat dari proses tersebut adalah
sebuah pengorbanan dan rasa ingin tau yang besar yang juga diiringi oleh
rasa harus bisa yang tinggi tanpa hrs meninggalkan kewajiban sebagai
‘kuli kasar’ (bahasa kerennya oprator lapangan. Hehe). Bagaimana tidak,
jam istirahat saya terpaksa dikurangi ditengah kerja tambang yang
menguras tenaga dan konsentrasi. Diwaktu bersamaan belajar menganalisa
market pun butuh konsentrasi yang tinggi wlwpun tdk terlalu menguras
tenaga. Yang saya simpulkan pada waktu itu bahwa cara belajar saya harus
tepat sasaran agar efektif. Lalu dari beberapa hal dan cara yang saya
lakukan yang saya rasa paling efektif untuk dilakukan para part time
trader adalah belajar MEREKAYASA / MAPPING.
Contoh:
Sebelum berangkat kerja/buka toko/ apapun itu. luangkan waktu
30menit untuk berhadapan dengan chart. Buka saja satu atau dua pair yang
menjadi kesukaan anda. Jangan terlalu banyak krn semakin banyak akan
semakin memakan waktu. Lalu buatlah rekayasa/mapping pada market sesuai
dengan disiplin ilmu yang anda gunakan (wlwpun dengan segala
keterbatasan). Buatlah 2 rekayasa BUY / SELL. lalu buatlah percentage /
prosentase / kecendrungan anda kira2 market akan menaik / menurun. Atau
anda bisa membuat satu saja apa yang anda yakini setelah menganalisa
(contohnya rekayasa BUY). Tapi (Menurut saya) klo membuat analisa hanya
satu berarti kurang objektif karena bagaimana bisa kita memutuskan
antara dua hal tapi yang kita pertimbangkan hanya satu? Tapi semua ini
berpulang kepada diri masing2.
Setelah membuat rekayasa/mapping/rute pergerakan market sesuai disiplin
ilmunya masing2 dan memutuskan untuk melakukan transaksi (baik meletakan
pending order / fast execution) maka tinggalkan saja dan lakukan hal
lain. Tapi jangan lupa juga menganalisa dan meletakan batas kerugian dan
batas keuntungan dalam setiap transaksinya. Yang penting menjadi
pegangan apapun disipilin ilmu kita rumusnya adalah Time frame BESAR
adalah ARAH dan time frame KECIL adalah KOREKSI. Jadi berpeganganlah
pada arah/trand dan carilah titik open position pada time frame yang
lebih kecil untuk meminimalisir floting. Sering dengar istilah ini
“analisa ane udah benar. Tapi market malah mengarah ke SL (Stop loss)
ane, trus baru jalan sesuai analisa ane, seakan2 dia tau dimana SL ane
makanya disamber duluan”. Mungkin yang perlu diperbaiki dari hal
tersebut kita harus menganalisa lebih dalam lagi agar lebih tau mana
arah/trand dan mana koreksi.
Dalam setiap proses diatas buatlah catatan2 sendiri terhadap setiap
salah dan benar. Dengan demikian kita hanya perlu mengulang apa yang
sudah benar, lalu menghindari kesalahan yang pernah kita perbuat. Dan
perbaiki terus dan terus. Belajar terus dan terus. FOREX ITU BISNIS YANG
BISA DIPELAJARI, jadi tidak ada hubungan sama bakat. Hanya pembelajar
yang ulung dan tangguh yang bisa membedakan mana air dan mana minyak.
Lamanya orang belajar forex tidak menentukan kemampuannya kalau
belajarnya DOING NOTHING (Sekan belajar tapi sesungguhnya ga belajar)
karena tidak ada pola pembelajaran yang dijalaninya. Hanya fokus BUY /
SELL. padahal menurut saya keputusan buy / sell bisa diambil setelah
kita menganalisa lebih dalam sebuah pair. Jadi ketika berhadapan dengan
market yang pertama ada diotak kita jangan kata2 ‘buy / sell’ tapi
ANALISA terlebih dahulu baru kemudian memutuskan. Kesalahan kebanyakan
kita (seperti yang sering saya sebut) biasanya terbalik. Baru analisa 5
menit langsung memutuskan transaksi. Setelah itu rela nunggu berjam2
tanpa berbuat apa2 demi nungguin floting minus. Ini bisnis bung....
Hehe.
Tadi pagi ada yang tanya. “berapa lama dari mulai belajar sampai saya
bisa menguasi teknik analisa yang saya gunakan?” Saya lupa tepatnya.
Tapi seingat saya itu tidak lebih dari 2 tahun karena tidak lama setelah
itu saya resign dari tambang kemudian pulang ke Indonesia lalu berkarir
dibidang ini. Saya juga sampaikan bahwa satu atau dua tahun itu waktu
yang sudah cukup kalau kita fokus pada satu sistem. Tapi 5 atau 10 tahun
pun tidak akan cukup klo anda ingin menguasai banyak teknik. Ada
filosofi kungfu yang perlu kita renungi dalam hal ini. “Lebih baik
melatih satu jurus seribu kali, daripada melatih seribu jurus satu
kali”.
Jadi lamanya orang didepan layar komputer tidak menjadi jaminan orang
tersebut akan lebih pandai dari yang ngintip sesekali. Yang menentukan
adalah seberapa sistematiskah cara belajarnya. Seperti lamanya orang
berada dalam bisnis forex tidak bisa menjadi ukuran kesuksesannya karena
yang menjadikan seseorang berhasil dalam bidang ini bukan ‘berapa
lamanya’ tapi “berapa efektif langkahnya”. Jadi klo teman2 simpulkan
dari beberapa tulisan saya sebelumnya pasti teman2 mendapatkan benang
merahnya. Bahwa orang yang sudah 5 tahun dalam dunia forex kehidupannya
belum tentu lebih baik dari seorang penjaga warnet yang baru 1 tahun
mengenal forex. karena yang 5 tahun doing nothing dan selalu loss, loss,
loss dan MC. Dan yang baru satu tahun perbulannya sudah bisa rutin
mendapatkan 400USD dari forex. Dalam dunia bisnis ini bukan seberapa
banyak uang anda, karena itu semua bisa habis. Bukan juga seberapa
ganteng wajah anda, karena itu ga ada pengaruhnya. Tapi seberapa tepat
langkah anda. Itu!!! #SalamSefur. He
