Disiplin adalah cara bagaimana kita dapat menjalankan management dengan
baik. Yang dengan keberadaannya maka diri kita menjadi sulit untuk
keluar dari koridor yang telah kita buat sendiri. Dia (disiplin) dapat
menjaga kebrutalan dan menahan hawa nafsu ketika berhadapan dengan
raksasa yang bernama market.
Bagaimana kita bisa disiplin setelah beberapa perencanaan keuangan dan
tata kelola akun kita buat? Ada banyak cara untuk itu, dan setiap orang
akan berbeda-beda. Ini beberapa diantaranya:
1. Melibatkan pasangan (Suami / istri)
Apa fungsinya? Dia harus mengetahui tentang dua hal. PERTAMA:
perencanaan keuangan kita secara umum dan KEDUA rule tata kelola akun
kita. Dia berfungsi sebagai ‘polisi’ yang senantiasa mengingatkan klo
kita lupa atau keluar dari jalur yang telah kita sepakati. Ajak duduk
dan diskusikan secara detil. Beritahu dia untuk tidak segan2 menegur klo
kita sebagai aktor keluar dari kesepakatan. Hanya dengan cara ini kita
bisa berkaca karena disiplin itu erat kaitannya dengan hawa nafsu. Dan
hawa nafsu itu kebanyakan sulit untuk ditaklukan diri sendiri dan butuh
orang lain sebagai ‘penegak hukum’nya. Karena bagaimanapun tukang potong
rambut tetap butuh tukang potong rambut lainnya untuk memotong
rambutnya sendiri. Pada titik ini sulit untuk kita mengandalkan diri
kita sendiri. Kita tetap butuh kaca untuk itu. Karenanya kita butuh
‘polisi’.
2. Untuk yang masih single (tanpa menyebut jomblo. He)
Libatkan orang tua, atau saudara, atau teman kost, atau TTM (Teman Tapi
Mesra). Yang jelas manfaatkan orang yang dekat dan anda percaya karena
ini masalah memangkas jarak. Dia ga boleh segan2 menegur klo kita salah.
3. Menulisnya dalam sebuah perencanaan.
Kemarin saya dibari table tentang cara menghitung berapa modal, berapa
target, berapa take profit, berapa stop loss dll secara otomatis. Tapi
saya lupa dimana file nya dan siapa pengirimnya. Mungkin klo ada yang
punya bisa di unggah disini agar bisa dimanfaatkan yang lainnya juga.
Buat itu sebagai perencanaan dan print serta tempel ditempat terdekat
dari monitor komputer. Berilah catatan2 kecil disetiap harinya. Apakah
sudah bekerja sesuai target, atau belum, kenapa sudah dan kenapa belum
dst... dengan cara ini setiap perbuatan kita bisa terukur dan kita sudah
berbisnis dengan cara yang benar.
Ketiga materi besar sdh selesai saya tulis. Mulai besok saya akan
menjawab beberapa pertanyaan yang masuk yang saya rasa penting untuk
dijawab agar menjadi pengetahuan juga untuk yang lain. Dan lagi2. Bahwa
tulisan saya hanyalah sebuah tulisan yang mungkin 5 menit setelah anda
baca bahkan anda lupa. Tulisan saya tdk akan cukup untuk merubah diri
anda masing2 karena sesungguhnya perubahan itu dekat dan ada di diri
masing2.
Dari semua itu saran saya hanya satu. Jangan gunakan kata2 “ya, saya
pelan2 akan berubah”. Kita harus HIJRAH dalam arti sebenarnya. Atau klo
meminjam bahasa kedokteran kita harus melakukan “AMPUTASI” terhadap
cara2 dan tata kelola yang lama yang sdh terbukti tdk banyak membantu
kita. Kenapa demikian? Karena memang pada hakikatnya manusia itu tdk
seberapa kuat untuk melawan dirinya sendiri ditengah banyaknya godaan.
Terlebih lagi ketika kita berada dihadapan market. Tiba2 semuanya lupa.
Tiba2 kita yang sdh komitmen kembali menjadi liar. Tiba2 blank dll.
Disitulah pentingnya 3 tema besar yang saya tulis sedari kemarin. Dan
harus diingat bahwa tidak ada yang namanya KAYA INSTANT tapi klo
kebalikannya itu sering terjadi yaitu MISKIN MENDADAK. Kita perlu
mindset yang benar, management yang kuat, dan displin yang tinggi untuk
survive di bisnis ini. Terlalu banyak contoh untuk kita sebutkan. Apa
dengan semua contoh itu tdk cukup untuk kita belajar? Apa kita masih
menunggu diri kita dijadikan contoh (negatif) untuk orang lain?
Dan satu hal penting lainnya yang harus kita sama2 yakini adalah proses
BABY STEP. Bahwa seorang bayi itu harus tengkurep dulu, merangkak dulu,
belajar berdiri dulu, dan kemudian bejalan lalu berlari. Setiap bayi
pasti melewati proses belajar tersebut. dan kita harus punya mental
seperti bayi2 lucu tersebut. mereka itu pantang PESIMIS. Anda bisa
bayangkan klo ada bayi yang baru belajar merangkak kemudian pesimis
dalam proses belajar merangkaknya hanya untuk bisa berdiri???? Kabar
baiknya kita semua bisa. Tapi kabar buruknya ini sulit dilakukan klo
kita ga bisa ‘hijrah’/meninggalkan kebiasaan2 lama. Pada akhirnya TIDAK
ADA YANG DAPAT MERUBAH DIRI KITA SELAIN DIRI KITA SENDIRI.#SalamSefur...
